Sabang, Si Anak Bungsu Indonesia

5/08/2013

Oleh :
Albina A. Rahman


Ya selama ini kita hanya disuguhkan sebuah catatan sejarah bahwa hanya Papua yang terlambat menjadi bagian Republik Indonesia, kisah sejarah menjadi besar ceritanya karena ada korban pahlawan yang bernama Yossudarso. 

Namun kebanyakan kita belum tahu bahwa sebenarnya ada sebuah pulau di ujung Indonesia yang kini berada titik nolnya Indonesia yaitu Sabang yang juga terlambat menjadi bagian dari republik ini, ternyata juga gak jauh beda kisahnya dengan Papua atau Irian, terutama kisah perjalanan sejarahnya dalam kerangka Republik Indonesia. 

Tepatnya tahun 1950 Sabang baru resmi diserahkan kepada Rebuplik Indonesia, tepatnya tak berselang lama setelah perjanjian Konferensi Meja Bundar di Denhag. Sebuah upacara serah terima sederhara dilakukan di Sabang, di gedung Controlier Belanda (sekarang gedung Darma Wanita samping Pendopo). 

Upacara yang sangat bersejarah dimana saat itulah secara resmi Merah Putih berkibar di Pulau Weh tepatnya di Kota Sabang setelah sebelumnya bendera Merah Putih Biru berkibar cukup lama di Kota Sabang. Lagu Wilhelmina Belanda yang sehari-hari menjadi lagu wajib di sekolah-sekolah di Sabang kemudian tak terdengar lagi di sekolah-sekolah di Sabang, Lagu Indonesia Raya mengantikan posisinya menggema menghiasi alunan suara merdu deru ombak pantai Pulau Weh, hingga hari ini dan sejak itu pertama kalinya muncul jua istilah dari Sabang sampai Merauke. 

Istilah yang cukup mengena dan membantu dalam pikiran generasi Indonesia hari ini dan tak lama kemudian Papua pun kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sehingga sempurnalah julukan ini. Sabang diujung barat indonesia, negeri Belanda yang resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi hingga hari ini.

Lambang sebuah nasionalisme sejati karena tak ada Indonesia tanpa Sabang. Namun terlupakan bahwa ia anak bungsu dalam jajaran anak-anak Ibu Pertiwi Indonesia. Bungsu yang terlambat hadirnya namun kini menjadi perekat bagi semua anak-anak yang lainnya. Bungsu yang dilupakan bahwa ia bungsu.


Sumber : http://pkssabang.blogspot.com

* Albina A. Rahman, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB IPPEMAS) Tahun 2004 - 2006 dan Direktur Sabang Heritage Society (SHS)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »